BAB I
MEMAHAMI MANAJEMEN PEMASARAN
A. Manajemen Pemasaran
1. Pengertian Pemasaran
Beberapa ahli telah mengemukakan definisi tentang
pemasaran yang kelihatannya
agak berbeda meskipun sebenarnya sama. Perbedaan
ini disebabkan karena mereka meninjau pemasaran dari segiyang berbeda-beda;
ada yang lebih menitikberatkan pada segi
fungsi, segi barangnya, segi
kelembagaannya, segi manejemennya, dan ada pula yang menitikberatkan dari sernua segi
tersebut sebagai suatu system. Beberapa di antara para ahli tersebut adalah :
Beberapa di antara para ahli tersebut adalah Philip
Kotler. Menurut Philip Kotler, pertukaran
merupakan titik pusat kegiatan pemasaran
di mana seseorang berusaha menawarkan sejumlah nilaikepada orang
lain. Dengan adanya pertukaran, berbagai macam kelompok sosial seperti individu-individu, kelompok
kecil, organisasi, dan kelompok masyarakat lain dapat terpenuhi kebutuhannya.
Kita telah mengetahui bahwa di dalam masyarakat
terdapat berbagai macam kelompok yang
ingin memenuhi kebutuhannya. Untuk
maksud tersebut, mereka harus melakukan suatu usaha, sehingga satu dengan lainnya saling melayani. Kotler mengemukakan
definisi pemasaran sebagai berikut :
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu
dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya
untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya, untuk mendapatkan laba
dan untuk berkembang. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah
satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen.
Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang
berlangsung dalam kaitannya dengan pasar.
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan
kebutuhan melalui proses pertukaran.
Menurut definisi tersebut, mula-mula manusia harus menemukan kebutuhannya dulu, Baru kemudian berusaha untuk
memenuhinya dengan cara mengadakan hubungan. Dapat pula dikatakan bahwa kegiatan
pemasaran itu diciptakan oleh pembeli dan penjual. Kedua belah pi.hak sama-sama ingin mencari kepuasan.
Dalam hal ini, pembeli berusaha memenuhi kebutuhannya, sedangkan
penjual berusaha mendapatkan laba. Kedua macam kepentingan ini
dapat dipertemukan dengan cara mengadakan pertukaran yang
saling menguntungkan. Jadi, kebutuhan seseorang dapat dipenuhi dengan mencari orang lain yang bersedia Melayaninya.
Selanjutnya, untuk mengetahui lebih jelas tentang proses
pemasaran, kita dapat meninjau sebuah konsep berikut ini :
Pemasaran merupakan suatu
usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual
Di sini terdapat suatu anggapan bahwa pemasaran merupakan suatu proses yang
memberikan jawaban atas kebutuhan dan keinginan
seseorang. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa harnpir semua orang baik
secara langsung maupun tidak langsung ikut berkecimpung dalam pemasaran. Ini disebabkan karena
mereka sama-sama mempunyai keinginan dan kebutuhan.
Jadi, pada pokoknya pemasaran dapat menciptakan dan
memelihara hubungan-hubungan pertukaran. Sedangkan hubungan pertukaran itu
dapat berupa pertukaran barang dengan uang, dapat juga barang dengan barang (barter), ide dengan uang
(pendidikan), jasa dengan uang, dan semua hubungan pertukaran,
termasuk transaksi-transaksi pemerintahan.
Pemasaran adalah
suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang diajukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan
jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli
potensial. (William J.Stanton, 1978 )
Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan dunia usaha yang
mengakibatkan aliran barang dan jasa dari para produsen ke para konsumen.
(The Amirican Marketing Association )
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana
individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan
menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. (
Philip Kotler, 1995 )
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut berarti pemasaran
terdiri dari tindakan-tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas
barang serta jasa dan yang menimbulkan distribusi fisik mereka. Proses
pemasaran meliputi aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik menyangkut
perpindahan barang-barang ketempat dimana mereka dibutuhkan. Sedangkan aspek
nonfisik dalam arti bahwa para penjual harus mengetahui apa yang diinginkan
oleh para pembeli dan pembeli harus pula mengetahui apa yang dijual.
2. Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran
Banyak
pengertian yang diberikan mengenahi manajemen pemasaran. Salah satu
pengertiannya adalah menyatakan bahwa manajemen pemasaran merupakan kegiatan
penganalisaan, perencanaa, pelaksanaan, dan pengendalian program-progam yang di
buat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran
melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka
pajang.
Dengan
batasan pengertian mengenai manajemen pemasaran seperti diatas, maka akan
tercakup ruang lingkup yang sangat luas. Secara singkat dapatlah dinyatakan
bahwa manajemen pemasaran mencakup seluruh falsafah, konsep, tugas, dan proses
manajemen pemasaran. Pada umumnya ruang lingkup manajemen pemasaran meliputi :
a)
Falsafah manajemen pemasaran, yang mencakup konsep dan
proses pemasaran serta tugas-tugas manajemen pemasaran.
b)
Faktor lingkungan pemasaran, yang merupakan faktor
yang tidak dapat dikendalikan pimpinan perusahaan.
c)
Analisa pasar, yang mencakup ciri-ciri dari masing
masing jenis pasar, analisa produk, analisa konsumen, analisa persaingan dan
analisa kesempatan pasar.
d)
Pemilihan sasaran (target) pasar, yang mencakup
dimensi pasar konsumen, perilaku konsumen, segmentasi pasar dan kriteria yang
digunakan, peramalan potensi sasaran pasar, dan penentuan wilayah
pasar/penjualan.
e)
Perencanaan pemasaran perusahaan, yang mencakup
perencanaan strategi jangka panjang pemasaran perusahaan, perencanaan
operasional pemasaran perusahaan, penyusunan anggaran pemasaran dan proses
penyususnan rencana pemasaran perusahaan.
f)
Kebijakan dan strategi pemasaran terpadu (Marketing Mix Strategy), yang mencakup pemilihan
strategi orientasi pasar, pengembangan acuan pemasaran (marketing mix) untuk strategi pemasaran dan
penyusunan kebijakan, strategi dan taktik pemasaran secara terpadu.
g)
Kebijakan dan strategi produk, yang mencakup strategi
pengembangan produk, strategi produk baru,strategi lini produk, dan strategi
acuan produk (product mix).
h)
Kebijakan dan strategi harga, yang mecakup strategi
tingkat harga, strategi potongan harga, strategi syarat pembayaran, dan
strategi penetapan harga.
i)
Kebijakan dan strategi penyaluran, yang mencakup
strategi saluran distribusi dan strategi distribusi fisik.
j)
Kebijakan dan strategi promosi, yang mencakup strategi
advertensi, strategi promosi penjualan (sales promotion), strategi personal selling, dan
strategi publisitas serta komunikasi pemasaran.
k)
Organisasi pemasaran, yang mencakup tujuan perusahaan
dan tujuan bidang pemasaran, struktur organisasi pemasaran, proses dan iklim
perilaku organisasi organisasi pemasaran.
l)
Sistem informasi pemasaran, yang mencakup ruang
lingkup informasi pemasaran, riset pemasaran, pengelolaan dan penyusunan sistem
informasi pemasaran.
m) Pengendalian
pemasaran, yang mencakup analissa dan evaluasi kegiatan pemasaran baik dalam
jangka waktu (tahun) maupun tahap operasional jangka pendek.
n)
Manajemen penjual, yang mencakup manajemen tenaga
penjual, pengelolaan wilayah penjualan dan penyusunan rencana dan anggaran
penjualan.
o)
Pemasran internasional yang mencakup pemasaran ekspor (export marketing), pola pola pemasaran
internasional dan pemasran dari perusahaan multi nasoonal.
3. Peranan dan Tujuan Pemasaran
Pemasaran adalah suatu
proses dan manajeral yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan
produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang
menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.
Peranan pemasaran saat ini
tidak hanya menyampaikan produk atau jasa hingga tangan konsumen tetapi juga
bagaimana produk atau jasa tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan
dengan menghasilkan laba. Sasaran dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru
dengan menjanjikan nilai superior, menetapkan harga menarik, mendistribusikan
produk dengan mudah, mempromosikan secara efektif serta mempertahankan
pelanggan yang sudah ada dengan tetap memegang prisip kepuasan pelanggan.
Pemasaran merupakan proses
sosial dan manajerial sehingga konsumen dapat memperoleh kebutuhan / keinginan
mereka melalui permintaan, penawaran, dan penukaran nilai suatu produk antara
penjual dan pembeli.
a) Kebutuhan : segala
kebutuhan dasar manusia baik untuk minum, makan, pakaian, pendidikan dan
lainnya
b) Keinginan : Merupakan
kondisi lebih khusus dari kebutuhan, misalnya minuman ringan, makanan bergizi,
pendidikan tinggi, atau lainnya
c) Permintaan :
akumulasi kebutuhan/keinginan yang potensial untuk digarap, misalnya, makanan,
perumahan, pendidikan dan lainnya
Tujuan Pemasaran adalah
mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang di jual
akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan,sehingga produk tersebut dapat
terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap
membeli sehingga yang harus di fikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat
produk tersebut tersedia. Tujuan pemasaran atau marketing objective, adalah apa yang akan dicapai oleh perusahaan
melalui bagian pemasaran.
a) Titik awalnya adalah
konsumen target
b) Fokusnya adalah kebutuhan
konsumen
c) Sasarannya adalah laba
melalui kepuasan konsumen
d) Caranya melalui paduan
antara promosi dan komunikasi pemasaran
Kepuasan konsumen akan
tercapai apabila perusahaan mampu untuk menyediakan consumer value package, yang berupa :
a) Produknya : Berkualitas
dan memenuhi kebutuhan konsumen
b) Harganya : Dapat
terjangkau oleh konsumen target
c) Pelayanannya : Kepada
konsumen memuaskan
d) Citra
produknya : Baik dari sudut pandang konsumen
Apabila kepuasan konsumen
tersebut terpenuhi, maka hasil penjualan produknya akan meningkat, dan akhirnya
tujuan pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba.
Sebaliknya, apabila
perusahaan melalaikan kebutuhan konsumen dan hanya berfikir dari sudut pandang
produsen saja, kemungkinan hasil penjualan produknya akan menurun, sehingga
laba yang diperoleh minim, bahkan dapat terjadi adanya kerugian.Kepuasan konsumen
adalah segalanya bagi perusahaan yang berorientasi kepada pemasaran/marketing
Penetapan tujuan
perusahaan merupakan titik awal dari perencanaan pemasaran. Tujuan ini sangat
penting dan harus ditetapkan sebelum mengambil suatu strategi, tanpa tujuan
yang pasti perusahaan tidak akan dapat beroperasi dengan baik meskipun memiliki
kesempatan yang baik. Tujuan perusahaan dibedakan menjadi 2, yaitu :
1) Tujuan Umum
Misalnya : Mencari laba,
memberikan kepuasan konsumen, dan lain-lain
2) Tujuan Khusus
Tujuan khusus ini
diperlukan sebagai pegangan dalam melaksanakan kegiatan untuk memenuhi
kebutuhan pasar. Misalnya : Meningkatkan kualitas produk, memperluas
pasar, mendapatkan laba untuk jangka pendek, dan lain-lain
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemasaran
Faktor – faktor yang
mempengaruhi pemasaran terbagi menjadi dua yaitu Faktor Lingkungan Makro dan
Faktor Lingkungan Mikro. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemasaran
pada suatu perusahaan adalah :
1) Lingkungan Mikro
Lingkungan mikro
perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan
dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:
a. Perusahaan. Yaitu struktur
organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh
bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan
dalam merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen puncak, keuangan
perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi
serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, karena manajer pemasaran
juga harus bekerja sama dengan para staff di bidang lainnya.
b. Pemasok (Supplier). Para pemasok adalah
perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan
oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu.
Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan
bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam
lingkungan pemasok dapat memberi pengaruh yang arnat berarti terhadap
pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan. Manajer pemasaran perlu mengamati
kecenderungan harga dari masukan-masukan terpenting bagi kegiatan produksi
perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber bahan mentah, pemogokan tenaga
kerja, dan berbagai kcjadian lainnya yang berhubungan dengan pemasok dapat
mengganggu strategi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.
c. Para Perantara Pemasaran. Para
perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam
promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para
perantara pemasaran ini meliputi :
a) Penjual adalah perusahaan
salurandistribusi yang membantu perusahaan menemukan pelanggan / melakukan
penjualan kepada pelanggan yang meliputi pedagang besar dan pedagang kecil.
b) Perusahaan Distribusi
Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam penyimpanan dan
pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.
c) Para Agen Jasa Pemasaran,
seperti perusahaan atau lembaga penelitian pemasaran, agen periklanan,
perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran,kesemuanya membantu
perusahaan dalam rangka mengarahkan dan mempromosikan produknya ke pasar yang
tepat.
d) Perantara Keuangan,
seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain yang
membantu dalam segi keuangan.
d. Para Pelanggan. Yaitu orang
atau sekelompok orang yang menggunakan produk dari sebuah perusahaan
yang akan digunakan untuk konsumsi pribadi, di jual kembali atau di
proses lebih lanjut.
e. Para Pesaing. Pesaing
adalah perusahaan lain yang memasarkan produk yang sejenis. Dalam hal ini
perusahaan harus memberikan nilai dan kepuasan pelanggan yang lebih besar
dibandingkan pesaingnya. Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan,
perusahaan tidaklah sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah
sistem pemasaran yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh
perusahaan lain.Sistem pemasaran dan strategi yang diterapkan perusahaan
dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu
diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.
f. Masyarakat Umum. Sebuah
perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan masyarakat yang
tentu saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan
perusahaan, apakah mereka menerima atau menolak metode-metode dari perusahaan
dalam menjalankan usahanya, karena kegiatan perusahaan pasti mempengaruhi minat
kelompok lain, kelompok-kelompok inilah yang menjadi masyarakai umum.Masyarakat
umum dapat memperlancar atau sebaliknya dapat sebagai penghambat kemampuan
perusahaan untuk mencapai sasarannya.
2) Lingkungan Makro
Lingkungan makro terdiri
dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan
mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:
a. Lingkungan
Demografis/Kependudukan
Lingkungan
demografis/kependudukan menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai penduduk,
seperti distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya,
kecenderungan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, distribusi usia,
kelahiran, perkawinan, ras, suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata
hal diatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan dalam
memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu pasar
b. Lingkungan Ekonomi.
Lingkungan ekonomi
menunjukkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang
berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan nyata, tekanan
inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada pola belanja konsumen, dan
sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.
c. Lingkungan Alam. Dipengaruhi
oleh :
a) Kekurangan SDA
b) Biaya energi yang
meningkat
c) Tingkat polusi yang
meningkat
d) Campur tangan pemerintah
dalam pelestarian lingkungan
d. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik
menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan,
peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan angka
campur tangan pemerintah dalam pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber daya
alam.
e. Lingkungan Teknologi
Lingkungan teknologi
rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi, kesempatan
pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan, yang tinggi,
perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan bagian kecil produk
daripada penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan
dengan perubahan teknologi.
f. Lingkungan sosial/budaya
Lingkungan ini menunjukkan
keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai aturan kehidupan, norma-norma dan
nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, pandangan masyarakat dan lain
sebagainya yang merumuskan hubungan antar sesama dengan masyarakat lainnya
serta lingkungan sekitarnya.
5. Langkah- Langkah Pemasaran
Memasarkan sebuah produk
atau jasa memang memerlukan strategi tersendiri. Dengan strategi pemasaran yang
tepat, maka produk kita pun akan banyak diserap pasar.
Untuk itu pemahaman
terhadap pasar tentu menjadi kunci yang utama, selain produk yang akan
dipasarkan. Dengan memahami pasar dan produknya kita bisa menemukan pasar
sasaran (target market) yang tepat.
Inilah kunci keberhasilannya. Ada produk dan ada pasar yang tepat. Bagaimana
langkah-langkahnya?
Langkah Pertama,
tentu saja Anda harus mengenal dan memahami produk yang akan dipasarkan. Produk
apa yang hendak kita pasarkan? Apakah produknya untuk konsumsi industri,
seperti pabrik-pabrik, industri pengolahan? Atau, produknya untuk konsumsi masyarakat
luas atau lebih dikenal sebagai consumer
goods? Nah, penentuan atau pendefinisian produk ini penting, karena
dalam melakukan pemahaman pasar, lewat riset pasar, bisa menjadi lebih fokus.
Langkah kedua adalah
memahami pasar, yaitu dengan mengetahui profil pasarnya. Apa itu profil pasar?
Anda bisa paham nanti lewat misalnya, profil demografisnya seperti usia
konsumen, jenis pekerjaan, kelas ekonomi, tingkat pendidikan; lalu apakah
tinggal di perkotaan, pedesaan, cakupan daerah yang dilayani apakah hanya di
kota, kabupaten, propinsi, atau se Indonesia; lokasinya apakah di mal, pasar
tradisional. Begitu juga dengan gaya hidupnya apakah olahraga kesukaan mereka,
hobi, atau kesukaannya, dan lain sebagainya. Mengapa kita memerlukan profil
pasar hingga sedetail mungkin? Ya, karena dengan profil yang lengkap Anda dapat
dengan tepat menembak pasar sasarannya dan dapat membuat stategi dan taktik
memasarkan produk dengan sebaik-baiknya. Misalnya, kalau Anda menjual produk
jam Rolex yang harganya puluhan juta tentu pasar sasarannya adalah orang-orang
yang memiliki kelas ekonomi yang tinggi, orang yang senang bersosialisasi di
kalangan atas, dan yang bergaya tinggi. Begitu juga jika kita membuka warung
makan atau restoran dekat kampus sudah tentu penentuan menu dan harganya pun
'disesuaikan' dengan kantong para mahasiswa yang menjadi pasar sasaran Anda.
Jadi, pada intinya harus ada kesesuaian antara produk yang ditawarkan dengan
pasar sasarannya. Langkah ini juga dapat digunakan untuk menghitung perkiraan
besar pasarnya. Yang bagus untuk bisnis tentu yang memiliki peluang jumlah
pasar yang besar atau jumlah pasar yang masih dapat menyerap produk Anda.
Setelah langkah kedua ini, Anda harus dengan pasti menentukan pasar sasarannya.
Apabila pasar sasaran sudah ditentukan,
Langkah Ketiga adalah
membuat strategi untuk memasarkannya. Ada yang disebut sebagai bauran pemasaran
(marketing mix) yang disingkat dengan 4 P,
yaituproduct (produk), price (harga), place (tempat),
dan promotion (promosi). Apa artinya? Dalam hal produk, Anda harus
memperhatikan bagaimana jenis produknya, kualitasnya, mereknya, fitur-fiturnya,
dan ukurannya. Untuk harga, maka Anda harus mempertimbangkan besar harganya,
ada atau tidak diskonnya, sistem pembayarannya. Dalam hal tempat, maka Anda
sudah mengatur cara distribusinya, sebarannya, lokasi menjualnya. Dan, untuk
promosi, tentu juga bagaimana cara Anda mempromosikan produk Anda, dengan
beriklan dimana, metode dan alatnya. Dan ingat, semuanya harus mengarah pada
pasar sasaran yang telah Anda tetapkan tadi.
B.
Konsep Pemasaran
1. Arti dan Pentingnya Konsep Pemasaran
Pengusaha yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor
penting untuk mencapai sukses bagi perusahaannya,
akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini
disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep pemasaran tersebut dibuat
dengan menggunakan tiga faktor dasar seperti yang terdapat
pada gambar di bawah ini .

Tiga Faktor Sebagai
Dasar Dalam Konsep Pemasaran
Secara
definitif dapat dikatakan bahwa :
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat
ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan
Definisi tersebut mempunyai konsekuensi bahwa semua kegiatan perusahaan termasuk produksi, teknik, keuangan,
dan pemasaran harus diarahkan pada usaha mengetahui kebutuhan pembeli, kemudian memuaskan kebutuhan tersebut dengan
mendapatkan laba yang layak dalam jangka
panjang. Dalam perusahaan industri, misalnya,
bagian pemasaran memegang peranan yang sangat penting, karena menentukan berhasil-tidaknya usaha-usaha
perusahaan. Organisasi perusahaan yang menganut konsep pemasaran disebut organisasi pemasaran.
Beberapa pengertian
dari beberapa tokoh tentang konsep pemasaran.
Menurut Swastha (2002:17) “Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”.
Menurut Swastha (2002:17) “Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”.
Sedangkan
definisi lain menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah menjadi
lebih efektif dari pada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna
menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran
(Kotler,1997:17).
Ada lima
konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya
yaitu:
1)
Konsep berwawasan Produksi. Konsep ini
berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah
harganya sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi produksi dan
memperluas cakupan distribusi.
2)
Konsep berwawasan Produk. Konsep ini
berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja
terbaik dan hal-hal inovative lainnya sehingga fokus utamanya adalah membuat
produk yang lebih baik dan berusaha terus menerus untuk menyempurnakannya.
3)
Konsep berwawasan Penjualan.
Konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan saja maka konsumen
tidak akan membeli produk perusahaan dalam jumlah cukup.oleh karena itu,
perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4)
Konsep berwawasan Pemasaran.
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi
terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan
kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada
persaingannya. Konsep ini didasarkan pada empat sendi utama, yaitu pasar
sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinasi, serta keuntungan.
5)
Konsep berwawasan Pemasaran bermasyarakat. Konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah menentukan
kebutuhan dan keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhinya dengan
lebih efektif dan efisiensi dari pada saingannya dengan cara mempertahankan
atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat
Dalam organisasi pemasaran tersebut, semua kegiatan
perusahaan untuk menghasilkan dan
menjual barang didasarkan pada masalah pemasaran. Jadi pemasaran menjadi dasar
motivasi perusahaan dan akan mempengaruhi politik perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Tiga faktor penting yang dipakai sebagai dasar dalam konsep pemasaran.
1) Orientasi
Konsumen
Henry Ford (Raja mobil dari Arnerika Serikat)
mengatakan bahwa warna utama untuk
mobil-mobil sebaiknya hitam. Rupa rupanya
ia lebih tertarik pada bidang produksi daripada penyesuaian terhadap
kebutuhan dan keinginan konsumen. la merasa bahwa mobil yang paling baik adalah mobil yang dapat
diandalkan dan tidak mahal. Tetapi kenyataannya,
mobil mobil yang dijualnya adalah mobil mobil
model lama.
Lain halnya dengan perusahaan General Motor di many
pars pengusahanya selalu berusaha
mengetahui kebutuhan pokok dari
konsumen. Mereka mulai membuat mobil-mobil dalam berbagai macam warna dan bentuk, dan akhirnya dapat
menarik pasar yang dikuasai oleh
Ford. Sekarang, 50% dari pasar untuk mobil baru telah dikuasainya. Ini adalah sebuah contoh tentang orientasi konsumen.
Pada pokoknya, perusahaan yang ingin mempraktekkan
orientasi konsumen ini harus :
a)
Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli
yang akan dilayani dan dipenuhi. Perusahaan yang memproduksi mobil pada
dasarnya menghasilkan alat transport, sedangkan alat transport itusendiri dapat dibuat dalam berbagai macam model dan
ukuran.
b)
Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai
sasaran dalam penjualannya.
c)
Menentukan produk dan program
pemasarannya.
d)
Mengadakan penelitian pada konsumen, untuk
mengukur, menilai, dan menafsirkan keinginan, sikap,
serta tingkah laku mereka.
e)
Menentukan dan melaksanakan strategi yang
paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang
murah. atau model yang menarik.
2) Koordinasi
dan Integrasi Dalam Perusahaan
Untuk memberikan kepuasan konsumen secara optimal
semua elemen elemen pemasaran yang
ada harus dikoordinasikan dan diintegrasikan.
Di samping itu, juga harus dihindari adanya pertentangan di dalam perusahaan maupun antara perusahaan
dengan pasarnya. Semua bagian yang ada
dalam perusahaan harus menyadari bahwa
tindakan mereka sangat mempengaruhi kemampuanperusahaan
dalam menciptakan dan mempertahankan langganan. Misalnya, Bagian Keuangan memberikan
kredit yang layak, Bagian Produk membuat produk yang sesuai dengan selera
konsumen, Bagian Penjualan mengirimkan barang tepat pada
waktunya, dan sebagainya.
Satu penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi
dan integrasi ini adalah dengan
menggunakan satu orang yang mempunyai
tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran, yaitu menejer pemasaran. Prinsip pemasaran tentang orientasi
konsumen serta kegiatan-kegiatan pemasaran
yang terkoordinir, sekarang menjadi
sebuah falsafah manejemen.
Falsafah baru tersebut dirnasukkan dalam sebuah
strategi yang disebut manejemen pada sasaran (management by objectives). Pertama, tujuan perusahaan harus ditentukan lebih
dahulu (yaitu rnencapai pemuasan konsumen pada
suatu tingkat laba). Kemudian baru
menentukan tujuan dari masing-masing bagian dalam perusahaan. Tentu saja, tujuan dari satu bagian berbeda
dengan tujuan dari bagian yang lain, meskipun
semua tujuan tersebut harus selaras dengan tujuan umum perusahaan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa setiap
orang dan setiap bagian dalam perusahaan turut berkecimpung dalam suatu usaha yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen, sehingga tujuan perusahaan dapat direalisir.
Dalam pemasaran, sebenarnya terdapat juga penyesuaian
dan koordinasi antara produk, harga,
saluran distribusi, dan promosi untuk
menciptakan hubungan pertukaran yang kuat dengan langganan. Jadi, harga harus sesuai dengan kualitas
produk saluran distribusi harus sesuai dengan
harga dan kualitas produk dan promosi
harus sesuai dengan saluran, harga, dan kualitas produk.Usaha-usaha tersebut perlu juga dikoordinasikan dengan
waktu dan tempat.
3) Mendapatkan Laba
Melalui Pemuasan Konsumen
Tujuan menggunakan konsep pemasaran ini adalah
untuk memperbaiki hubungan konsumen
karena hubungan yang lebih baik sangat
menguntungkan bagi perusahaan, dan dapat meningkatkanlaba. Salah satu tujuan dari semua perusahaan pada
umumnya adalah mengoptimumkan laba. Ini disebut orientasi laba (profit
orientation). Dengan laba ini,
perusahaan dapat tumbuh dan berkembang,
dapat menggunakan kemampuan yang lebih besar, dapat memberikan tingkat kepuasan yang lebih besar pada
konsumen. serta dapat memperkuat kondisi
perekonomian secara keseluruhan.
Ada beberapa perusahaan yang secara jelas tidak
bertujuan mencari keuntungan, tetapi
usaha-usaha yang dilakukannya selalu diarahkan
untuk meningkatkan penjualan atau menguasai pasar yang lebih besar. Kalau mereka menghadapi suatu
persoalan menyangkut biaya, tentulah akan
meninjau pula laba yang bisa diperolehnya.
Jadi, tanpa laba perusahaan sulit untuk berkembang.
Sebenarnya, laba ini hanya merupakan tujuan
umum dari perusahaan. Banyak pula
perusahaan yang mempunyai beberapa tujuan
lain, seperti memberikan ketentraman pada karyawan. membantu masyarakat, dan memberikan perlindungan serta
kepuasan kepada segmen pasar yang dituju. Perlu
diingat bahwa semua tujuan sosial dari sebuah
organisasi adalah tergantung pada kelangsungan
hidup dan pertumbuhan jangka panjang dari organisasi tersebut. Hal ini tidak mungkin dilaksanakan tanpa
adanya laba.
Laba itu sendiri merupakan pencerminan dari
usaha-usaha perusahaan yang berhasil memberikan
kepuasan kepada konsumen. Untuk memberikan
kepuasan tersebut, perusahaan dapat menyediakan/menjual
barang dan jasa yang paling baik dengan harga yang layak.
2. Tujuan
Penggunaan Konsep Pemasaran
Sebuah perusahaan yang didirikan mempunyai
tujuan utama, yaitu mencapai tingkat
keuntungan tertentu, pertumbuhan perusahaan atau
peningkatan share pasar. Di dalam pandangan konsep pemasaran, tujuan perusahaan ini dicapai melalui kepuasan konsumen. Kepuasan
konsurnen diperoleh setelah kebutuhan dan
keinginan konsumen dipenuhi melalui kegiatan pemasaran
yang terpadu.
Tujuan penggunaan konsep pemasaran adalah mengubah orientasi falsafah manajemen pemasaran lain
yang ternyata telah terbukti tidak
berhasil mengatasi berbagaipersoalan, karena
adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar dewasa
ini yang cenderung berkembang. Perubahan tersebut terjadi antara lain karena pertambahan penduduk, pertambahan daya beli, peningkatan dan
meluasnya jumlah hubungan atau komunikasi, perkembangan teknologi,
dan perubahan faktor lingkungan pasar
lainnya.
Konsep pemasaran ini telah banyak menunjukkan manfaat dan telah banyak dianut oleh perusahaan di
negara negara maju dan berkembang seperti
Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman Barat. Umumnya
perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang
melaksanakan konsep pemasaran yang
berorientasi kepada konsumen, karena perusahaaninilah yang mampu menguasai pasar dalam jangka panjang.
3. Implikasi Digunakannya Konsep Pemasaran
Dengan digunakannya Konsep Pemasaran sebagai landasan falsafah manajemen, maka akan mempunyai
implikasi bahwa perusahaan harus berorientasi
pada konsumen.Berorinntasi pada konsumen tidak hanya
sekedar bersikap ingin memuaskan menyenangkan konsumen, tetapi lebih dari itu berusana
memecahkan masalah yang dihadapi oleh konsumen.
Dalam rangka berorientasi pada konsumen, pertama tama perusahaan harus dapat menentukan dengan
tegas kebutuhan generik atau
mendefinisikan macam kebutuhankonsumen yang
hendak dilayani dan dipenuhi oleh perusahaan,
yang khususnya ditinjau secara fungsional. Sebagai contoh, perusahaan pabrik atau assembling radio
telahmerumuskan produk yang
dihasilkannya tidak sekedar sebagai
alat komunikasi yang digunakan untuk penyebar informasi, tetapi menganggap dirinya berusaha untuk memenuhi kebutuhan hiburan massa. Dari perumusan atau definisi tentang
kebutuhan konsumen apa yang hendak dilayani maka perusahaan dapat dengan tepat merumuskan atau
menentukan bidang usaha yang tepat yang dijalankan perusahaan. Apabila
perusahaan dapat dengan tepat merumuskan
bidang usaha yang dijalankannya, maka dapat diharapkan
pelaksanaan kegiatan pemasaran dapat lebih tepat pengarahannya dan lebih konsisten.
Setelah kebutuhan generik konsumen dirumuskan,
perusahaan selanjutnya harus dapat
menentukan sasaran pasar atau kelompok konsumen yang
ingin dituju/dicapai. Jadi dalam hal produk radio dengan
perumusan di atas tentang kebutuhan konsumen yang ingin
dilayani atau dipenuhi perusahaan, maka sebenarnya pasar
dari produk radio ini cukup luas, karena mencakup berbagai kelompok konsumen yang Iuas, yang dapat dibedakan dari tingkat pendapatan, tempat tinggalnya di kota atau desa, tingkat
pendidikan atau bidang pekerjaan/prolesinya.
Oleh karenanya perusahaan harus menetapkan sasaran pasar yang ingin
dicapainya, apakah masyarakat konsumen yang berpendapatan menengah atau rendah (seperti halnya dengan
perusahaan Telesonic) atau masyarakat berpendapatan menengah tinggi
(seperti halnya perusahaan Sony dan Aiwa).
Penentuan sasaran pasar dapat dilakukan dengan kategori
pasar atau kelompok konsumen yang lain sepertitingkat
umur (kelompok muda-mudi dan kelompok tua) atau territorial/geographis (masyarakat desa dan masyarakat kota). Dengan perumusan sasaran pasar atau
kelompok konsumen yang dituju
secara jelas dan lebih tegas, maka dapat diharapkan kegiatan pemasaran yang dilakukan (seperti
penggunaan media promosi dan penggunaan matarantai penyaluran) dapat lebih tepat arahnya.
Langkah yang harus dilakukan berikutnya dalam
rangka perusahaan berorientasi pada
konsumen sebagai implikasi digunakannya
konsep pemasaran adalah mengadakan diferensiasi
dari produk dan cara/media promosi agar dapat berhasil
mencapai kelompok konsumen atau sasaran pasar yang dituju. Kegiatan ini dilakukan perusahaan dengan mengadakan penyesuaian produk yang akan
diproduksikan dengan kebutuhan
dan keinginan dari kelompok konsumen tersebut, serta memilih cara/media yang tepat bagi kelompok tersebut guna dipakai dalam mempromosikan
produk itu. Karena kelompok
konsumen/pembeli yang ingin dicapai telah ditentukan, yang mana kelompok itu mempunyai ciri-ciri
dan kebiasaan serta kebutuhan tertentu, maka produk yang dihasilkan hendaknya juga dapat mencerminkan sifat yang terdapat dalam kelompok tersebut
(ciri-ciri, kebiasaan, dan
kebutuhannya). Dengan demikian, akan terdapat diferensiasi produk,
di mana produk yang ditawarkan atau
dijajakan berbeda-beda,tergantung pada kelompokkonsumen yang dituju. Walaupun demikian, perbedaan tersebut sering hanya dalam persepsi pembeli.
Usaha untuk mengadakan diferensiasi produk dan
cara promosi mempunyai keuntungan bagi
perusahaan karena produk yang telah disesuaikan
dengan sasaran kelompok konsumen ini, akan mempunyai daya tarik tersendiri. Dengan
daya tarik ini sering menimbulkan kekuatan monopoli tersendiri dari perusahaan sehingga akan susah
disaingi oleh perusahaan
saingan. Usaha diferensiasi produk ini sering ditemuipada perusahaan obat
(farmasi) dan perusahaan yang menghasilkan farfum. Perusahaan
tersebut berusahamencapai sasaran kelompok
konsumen tertentu yang mampu
membayar dengan harga yang tinggi dan mutu poroduk yang terbaik.
Semua langkah yang dilakukan perusahaan yang berorientasi konsumen di atas harus dilandasi dengan
usaha antuk melakukan penelitian/riset konsumen. Tujuan
riset konsumen ini adalah untuk mengukur, mengevaluasi, menafsirkan kehendak
dan keinginan serta sikap dan tingkahlaku
kelompok konsumen yang dituju dan yang akan dilayani. Riset ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam usaha untuk menentukan produk yang dapat
memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen yang dituju secaratepat, sehingga perusahaan dapat berhasil
dalam memasarkan produk yang dihasilkannya.
Di samping itu dari riset ini akan diketahui cara-cara pemasaran
yang tepat sesuai dengan sikap dan
perilaku kelompok konsumen atau segment pasar.
Konsep pemasaran merupakan alat untuk mencapai tujuan atau sasaran perusahaan. Oleh karena itu,
orientasi perusahaan dalam usaha untuk memuaskan konsumen dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan atau
sasaran perusahaan seperti tingkat
laba/keuntungan, pertumbuhan dan peningkatan share pasar.
Demi keberhasilan perusahaan, para
pimpinan perusahaan (terutama di Indonesia) hendaknya mulai mengubah orientasi atau pandangannya,
yaitu dengan mulai menjalankan
konsep pemasaran dalam perusahaannya.
Dengan menjalankan konsep pemasaran secara tepat dalam menjalankan kegiatan usaha perusahaan, maka hal ini akan banyak membantu memecahkan
berbagai masalah yang dihadapi
(perusahaan di Indonesia) dewasa ini.
SUMBER :
Assauri, Sofjan. 2002 cet. Ke 7. Manajemen Pemasaran dasar
konsep dan strategi. Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada.
Gruenwald,
G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru, PT Alex Media
Komputindo, Jakarta
Keegan,
Warren J. 1996, Manajemen Pemasaran Global: Alih Bahasa, Alexander Sindoro
Jilid 1, Jakarta: Prenhallindo.
Kotler, P. 2007.
Manajemen Pemasaran. Jilid 1, Edisi 12, PT. Indeks, Jakarta
Swastha, basu. 2002. Azas Azas Marketing.Yogyakarta : Liberty Yogyakarta
Tugas marketing adalah “Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the market.”(Marketing Management,1997) yang kurang lebih memiliki arti bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.
BalasHapus