Selasa, 17 Februari 2015

MEMAHAMI MANAJEMEN PEMASARAN

BAB I
MEMAHAMI MANAJEMEN PEMASARAN


A.  Manajemen Pemasaran
1.  Pengertian Pemasaran
Beberapa ahli telah mengemukakan definisi tentang pemasaran yang kelihatannya agak berbeda meskipun sebenarnya sama. Perbedaan ini disebabkan karena mereka meninjau pemasaran dari segiyang berbeda-beda; ada yang lebih menitikberatkan pada segi fung­si, segi barangnya, segi kelembagaannya, segi manejemennya, dan ada pula yang menitikberatkan dari sernua segi tersebut sebagai suatu system. Beberapa di antara para ahli tersebut adalah :
Beberapa di antara para ahli tersebut adalah Philip Kotler. Me­nurut Philip Kotler, pertukaran merupakan titik pusat kegiatan pe­masaran di mana seseorang berusaha menawarkan sejumlah nilaikepada orang lain. Dengan adanya pertukaran, berbagai macam ke­lompok sosial seperti individu-individu, kelompok kecil, organisasi, dan kelompok masyarakat lain dapat terpenuhi kebutuhannya.
Kita telah mengetahui bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai macam kelompok yang ingin memenuhi kebutuhannya. Un­tuk maksud tersebut, mereka harus melakukan suatu usaha, sehing­ga satu dengan lainnya saling melayani. Kotler mengemukakan defi­nisi pemasaran sebagai berikut :
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan  hidup usahanya, untuk mendapatkan laba dan untuk berkembang. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan  pasar.
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.
Menurut definisi tersebut, mula-mula manusia harus menemu­kan kebutuhannya dulu, Baru kemudian berusaha untuk memenuhi­nya dengan cara mengadakan hubungan. Dapat pula dikatakan bah­wa kegiatan pemasaran itu diciptakan oleh pembeli dan penjual. Ke­dua belah pi.hak sama-sama ingin mencari kepuasan. Dalam hal ini, pembeli berusaha memenuhi kebutuhannya, sedangkan penjual berusaha mendapatkan laba. Kedua macam kepentingan ini dapat dipertemukan dengan cara mengadakan pertukaran yang saling menguntungkan. Jadi, kebutuhan seseorang dapat dipenuhi dengan mencari orang lain yang bersedia Melayaninya.
Selanjutnya, untuk mengetahui lebih jelas tentang proses pe­masaran, kita dapat meninjau sebuah konsep berikut ini :
Pemasaran merupakan suatu usaha untuk memuaskan kebutuh­an pembeli dan penjual
Di sini terdapat suatu anggapan bahwa pemasaran merupakan suatu proses yang memberikan jawaban atas kebutuhan dan keingin­an seseorang. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa harnpir semua orang baik secara langsung maupun tidak langsung ikut berkecimpung dalam pemasaran. Ini disebabkan karena mereka sama-sama mempunyai keinginan dan kebutuhan.
Jadi, pada pokoknya pemasaran dapat menciptakan dan meme­lihara hubungan-hubungan pertukaran. Sedangkan hubungan per­tukaran itu dapat berupa pertukaran barang dengan uang, dapat ju­ga barang dengan barang (barter), ide dengan uang (pendidikan), jasa dengan uang, dan semua hubungan pertukaran, termasuk transaksi-transaksi pemerintahan.
 Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang diajukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. (William J.Stanton, 1978 )
Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan dunia usaha yang mengakibatkan aliran barang dan jasa dari para produsen ke para  konsumen. (The Amirican Marketing Association ) 
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. ( Philip Kotler, 1995 )
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut berarti pemasaran terdiri dari tindakan-tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas barang serta jasa dan yang menimbulkan distribusi fisik mereka. Proses pemasaran meliputi aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik menyangkut perpindahan barang-barang ketempat dimana mereka dibutuhkan. Sedangkan aspek nonfisik dalam arti bahwa para penjual harus mengetahui apa yang diinginkan oleh para pembeli dan pembeli harus pula mengetahui apa yang dijual.
  
2.  Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran
Banyak pengertian yang diberikan mengenahi manajemen pemasaran. Salah satu pengertiannya adalah menyatakan bahwa manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaa, pelaksanaan, dan pengendalian program-progam yang di buat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka pajang.
Dengan batasan pengertian mengenai manajemen pemasaran seperti diatas, maka akan tercakup ruang lingkup yang sangat luas. Secara singkat dapatlah dinyatakan bahwa manajemen pemasaran mencakup seluruh falsafah, konsep, tugas, dan proses manajemen pemasaran. Pada umumnya ruang lingkup manajemen pemasaran meliputi :
a)    Falsafah manajemen pemasaran, yang mencakup konsep dan proses pemasaran serta tugas-tugas manajemen pemasaran.
b)   Faktor lingkungan pemasaran, yang merupakan faktor yang tidak dapat dikendalikan pimpinan perusahaan.
c)    Analisa pasar, yang mencakup ciri-ciri dari masing masing jenis pasar, analisa produk, analisa konsumen, analisa persaingan dan analisa kesempatan pasar.
d)   Pemilihan sasaran (target) pasar, yang mencakup dimensi pasar konsumen, perilaku konsumen, segmentasi pasar dan kriteria yang digunakan, peramalan potensi sasaran pasar, dan penentuan wilayah pasar/penjualan.
e)   Perencanaan pemasaran perusahaan, yang mencakup perencanaan strategi jangka panjang pemasaran perusahaan, perencanaan operasional pemasaran perusahaan, penyusunan anggaran pemasaran dan proses penyususnan rencana pemasaran perusahaan.
f)    Kebijakan dan strategi pemasaran terpadu (Marketing Mix Strategy), yang mencakup pemilihan strategi orientasi pasar, pengembangan acuan pemasaran (marketing mix) untuk strategi pemasaran dan penyusunan kebijakan, strategi dan taktik pemasaran secara terpadu.
g)   Kebijakan dan strategi produk, yang mencakup strategi pengembangan produk, strategi produk baru,strategi lini produk, dan strategi acuan produk (product mix).
h)   Kebijakan dan strategi harga, yang mecakup strategi tingkat harga, strategi potongan harga, strategi syarat pembayaran, dan strategi penetapan harga.
i)     Kebijakan dan strategi penyaluran, yang mencakup strategi saluran distribusi dan strategi distribusi fisik.
j)    Kebijakan dan strategi promosi, yang mencakup strategi advertensi, strategi promosi penjualan (sales promotion), strategi personal selling, dan strategi publisitas serta komunikasi pemasaran.
k)   Organisasi pemasaran, yang mencakup tujuan perusahaan dan tujuan bidang pemasaran, struktur organisasi pemasaran, proses dan iklim perilaku organisasi organisasi pemasaran.
l)     Sistem informasi pemasaran, yang mencakup ruang lingkup informasi pemasaran, riset pemasaran, pengelolaan dan penyusunan sistem informasi pemasaran.
m)  Pengendalian pemasaran, yang mencakup analissa dan evaluasi kegiatan pemasaran baik dalam jangka waktu (tahun) maupun tahap operasional jangka pendek.
n)    Manajemen penjual, yang mencakup manajemen tenaga penjual, pengelolaan wilayah penjualan dan penyusunan rencana dan anggaran penjualan.
o)    Pemasran internasional yang mencakup pemasaran ekspor (export marketing), pola pola pemasaran internasional dan pemasran dari perusahaan multi nasoonal. 

3.  Peranan dan Tujuan Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses dan manajeral yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.
Peranan pemasaran saat ini tidak hanya menyampaikan produk atau jasa hingga tangan konsumen tetapi juga bagaimana produk atau jasa tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menghasilkan laba. Sasaran dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai superior, menetapkan harga menarik, mendistribusikan produk dengan mudah, mempromosikan secara efektif serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan tetap memegang prisip kepuasan pelanggan.
Pemasaran merupakan proses sosial dan manajerial sehingga konsumen dapat memperoleh kebutuhan / keinginan mereka melalui permintaan, penawaran, dan penukaran nilai suatu produk antara penjual dan pembeli.
a)    Kebutuhan : segala kebutuhan dasar manusia baik untuk minum, makan, pakaian, pendidikan dan lainnya
b)   Keinginan : Merupakan kondisi lebih khusus dari kebutuhan, misalnya minuman ringan, makanan bergizi, pendidikan tinggi, atau lainnya
c)    Permintaan : akumulasi kebutuhan/keinginan yang potensial untuk digarap, misalnya, makanan, perumahan, pendidikan dan lainnya
Tujuan Pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang di jual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan,sehingga produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang harus di fikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat produk tersebut tersedia. Tujuan pemasaran atau marketing objective, adalah apa yang akan dicapai oleh perusahaan melalui bagian pemasaran.
a)    Titik awalnya adalah konsumen target
b)   Fokusnya adalah kebutuhan konsumen
c)    Sasarannya adalah laba melalui kepuasan konsumen
d)   Caranya melalui paduan antara promosi dan komunikasi pemasaran
Kepuasan konsumen akan tercapai apabila perusahaan mampu untuk menyediakan consumer value package, yang berupa :
a)    Produknya : Berkualitas dan memenuhi kebutuhan konsumen
b)   Harganya   : Dapat terjangkau oleh konsumen target
c)    Pelayanannya : Kepada konsumen memuaskan
d)   Citra produknya : Baik dari sudut pandang konsumen
Apabila kepuasan konsumen tersebut terpenuhi, maka hasil penjualan produknya akan meningkat, dan akhirnya tujuan pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba.
Sebaliknya, apabila perusahaan melalaikan kebutuhan konsumen dan hanya berfikir dari sudut pandang produsen saja, kemungkinan hasil penjualan produknya akan menurun, sehingga laba yang diperoleh minim, bahkan dapat terjadi adanya kerugian.Kepuasan konsumen adalah segalanya bagi perusahaan yang berorientasi kepada pemasaran/marketing
Penetapan tujuan perusahaan merupakan titik awal dari perencanaan pemasaran. Tujuan ini sangat penting dan harus ditetapkan sebelum mengambil suatu strategi, tanpa tujuan yang pasti perusahaan tidak akan dapat beroperasi dengan baik meskipun memiliki kesempatan yang baik. Tujuan perusahaan dibedakan menjadi 2, yaitu :
1)    Tujuan Umum
Misalnya : Mencari laba, memberikan kepuasan konsumen, dan lain-lain
2)   Tujuan Khusus
Tujuan khusus ini diperlukan sebagai pegangan dalam melaksanakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Misalnya : Meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, mendapatkan laba untuk jangka pendek, dan lain-lain

4.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemasaran
Faktor – faktor yang mempengaruhi pemasaran terbagi menjadi dua yaitu Faktor Lingkungan Makro dan Faktor Lingkungan Mikro. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemasaran pada suatu perusahaan adalah :
1)    Lingkungan Mikro
Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:
a.    Perusahaan. Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan dalam merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen puncak, keuangan perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, karena manajer pemasaran juga harus bekerja sama dengan para staff di bidang lainnya.
b.    Pemasok (Supplier). Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok dapat memberi pengaruh yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan. Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-masukan terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber bahan mentah, pemogokan tenaga kerja, dan berbagai kcjadian lainnya yang berhubungan dengan pemasok dapat mengganggu strategi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.
c.    Para Perantara Pemasaran. Para perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para perantara pemasaran ini meliputi :
a)    Penjual adalah perusahaan salurandistribusi yang membantu perusahaan menemukan pelanggan / melakukan penjualan kepada pelanggan yang meliputi pedagang besar dan pedagang kecil.
b)   Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.
c)    Para Agen Jasa Pemasaran, seperti perusahaan atau lembaga penelitian pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran,kesemuanya membantu perusahaan dalam rangka mengarahkan dan mempromosikan produknya ke pasar yang tepat.
d)   Perantara Keuangan, seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain yang membantu dalam segi keuangan.
d.    Para Pelanggan. Yaitu orang atau sekelompok orang  yang menggunakan produk dari sebuah perusahaan yang akan digunakan untuk  konsumsi pribadi, di jual kembali atau di proses lebih lanjut.
e.    Para Pesaing. Pesaing adalah perusahaan lain yang memasarkan produk yang sejenis. Dalam hal ini perusahaan harus memberikan nilai dan kepuasan pelanggan yang lebih besar dibandingkan pesaingnya. Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah sistem pemasaran yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain.Sistem pemasaran dan strategi yang diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.
f.    Masyarakat Umum. Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan masyarakat yang tentu saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan, apakah mereka menerima atau menolak metode-metode dari perusahaan dalam menjalankan usahanya, karena kegiatan perusahaan pasti mempengaruhi minat kelompok lain, kelompok-kelompok inilah yang menjadi masyarakai umum.Masyarakat umum dapat memperlancar atau sebaliknya dapat sebagai penghambat kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya.
2)   Lingkungan Makro
Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:
a.    Lingkungan Demografis/Kependudukan
Lingkungan demografis/kependudukan menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai penduduk, seperti distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras, suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal diatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan dalam memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu pasar
b.    Lingkungan Ekonomi.
Lingkungan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada pola belanja konsumen, dan sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.
c.    Lingkungan Alam. Dipengaruhi oleh :
a)    Kekurangan SDA
b)   Biaya energi yang meningkat
c)    Tingkat polusi yang meningkat
d)   Campur tangan pemerintah dalam pelestarian lingkungan
d.    Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan, peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan angka campur tangan pemerintah dalam pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber daya alam.
e.    Lingkungan Teknologi
Lingkungan teknologi rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan, yang tinggi, perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan bagian kecil produk daripada penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologi.
f.    Lingkungan sosial/budaya
Lingkungan ini menunjukkan keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai aturan kehidupan, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, pandangan masyarakat dan lain sebagainya yang merumuskan hubungan antar sesama dengan masyarakat lainnya serta lingkungan sekitarnya.
5.  Langkah- Langkah Pemasaran
Memasarkan sebuah produk atau jasa memang memerlukan strategi tersendiri. Dengan strategi pemasaran yang tepat, maka produk kita pun akan banyak diserap pasar.
Untuk itu pemahaman terhadap pasar tentu menjadi kunci yang utama, selain produk yang akan dipasarkan. Dengan memahami pasar dan produknya kita bisa menemukan pasar sasaran (target market) yang tepat. Inilah kunci keberhasilannya. Ada produk dan ada pasar yang tepat. Bagaimana langkah-langkahnya?
Langkah Pertama, tentu saja Anda harus mengenal dan memahami produk yang akan dipasarkan. Produk apa yang hendak kita pasarkan? Apakah produknya untuk konsumsi industri, seperti pabrik-pabrik, industri pengolahan? Atau, produknya untuk konsumsi masyarakat luas atau lebih dikenal sebagai consumer goods? Nah, penentuan atau pendefinisian produk ini penting, karena dalam melakukan pemahaman pasar, lewat riset pasar, bisa menjadi lebih fokus.
Langkah kedua adalah memahami pasar, yaitu dengan mengetahui profil pasarnya. Apa itu profil pasar? Anda bisa paham nanti lewat misalnya, profil demografisnya seperti usia konsumen, jenis pekerjaan, kelas ekonomi, tingkat pendidikan; lalu apakah tinggal di perkotaan, pedesaan, cakupan daerah yang dilayani apakah hanya di kota, kabupaten, propinsi, atau se Indonesia; lokasinya apakah di mal, pasar tradisional. Begitu juga dengan gaya hidupnya apakah olahraga kesukaan mereka, hobi, atau kesukaannya, dan lain sebagainya. Mengapa kita memerlukan profil pasar hingga sedetail mungkin? Ya, karena dengan profil yang lengkap Anda dapat dengan tepat menembak pasar sasarannya dan dapat membuat stategi dan taktik memasarkan produk dengan sebaik-baiknya. Misalnya, kalau Anda menjual produk jam Rolex yang harganya puluhan juta tentu pasar sasarannya adalah orang-orang yang memiliki kelas ekonomi yang tinggi, orang yang senang bersosialisasi di kalangan atas, dan yang bergaya tinggi. Begitu juga jika kita membuka warung makan atau restoran dekat kampus sudah tentu penentuan menu dan harganya pun 'disesuaikan' dengan kantong para mahasiswa yang menjadi pasar sasaran Anda. Jadi, pada intinya harus ada kesesuaian antara produk yang ditawarkan dengan pasar sasarannya. Langkah ini juga dapat digunakan untuk menghitung perkiraan besar pasarnya. Yang bagus untuk bisnis tentu yang memiliki peluang jumlah pasar yang besar atau jumlah pasar yang masih dapat menyerap produk Anda. Setelah langkah kedua ini, Anda harus dengan pasti menentukan pasar sasarannya. Apabila pasar sasaran sudah ditentukan,
Langkah  Ketiga adalah membuat strategi untuk memasarkannya. Ada yang disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) yang disingkat dengan 4 P, yaituproduct (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi). Apa artinya? Dalam hal produk, Anda harus memperhatikan bagaimana jenis produknya, kualitasnya, mereknya, fitur-fiturnya, dan ukurannya. Untuk harga, maka Anda harus mempertimbangkan besar harganya, ada atau tidak diskonnya, sistem pembayarannya. Dalam hal tempat, maka Anda sudah mengatur cara distribusinya, sebarannya, lokasi menjualnya. Dan, untuk promosi, tentu juga bagaimana cara Anda mempromosikan produk Anda, dengan beriklan dimana, metode dan alatnya. Dan ingat, semuanya harus mengarah pada pasar sasaran yang telah Anda tetapkan tadi.

B.   Konsep Pemasaran
1.  Arti dan Pentingnya Konsep Pemasaran
Pengusaha yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan­nya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar seperti yang terdapat pada gambar di bawah ini  .











Tiga Faktor Sebagai Dasar Dalam Konsep Pemasaran

Secara definitif dapat dikatakan bahwa :
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang me­nyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusaha­an
Definisi tersebut mempunyai konsekuensi bahwa semua ke­giatan perusahaan termasuk produksi, teknik, keuangan, dan pema­saran harus diarahkan pada usaha mengetahui kebutuhan pembeli, kemudian memuaskan kebutuhan tersebut dengan mendapatkan laba yang layak dalam jangka panjang. Dalam perusahaan industri, misalnya, bagian pemasaran memegang peranan yang sangat pen­ting, karena menentukan berhasil-tidaknya usaha-usaha perusaha­an. Organisasi perusahaan yang menganut konsep pemasaran di­sebut organisasi pemasaran.
Beberapa pengertian dari beberapa tokoh tentang konsep pemasaran.
Menurut Swastha (2002:17) “Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”.
Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa   konsep pemasaran adalah menjadi lebih efektif dari pada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (Kotler,1997:17).
Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya yaitu:
1)   Konsep berwawasan Produksi. Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas cakupan distribusi.
2)  Konsep berwawasan Produk. Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan hal-hal inovative lainnya sehingga fokus utamanya adalah membuat produk yang lebih baik dan berusaha terus menerus untuk menyempurnakannya.
3)  Konsep berwawasan Penjualan. Konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan saja maka konsumen tidak akan membeli produk perusahaan dalam jumlah cukup.oleh karena itu, perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4)  Konsep berwawasan Pemasaran. Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada persaingannya. Konsep ini didasarkan pada empat sendi utama, yaitu pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinasi, serta keuntungan.
5)  Konsep berwawasan Pemasaran bermasyarakat. Konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhinya dengan lebih efektif dan efisiensi dari pada saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat
Dalam organisasi pemasaran tersebut, semua kegiatan peru­sahaan untuk menghasilkan dan menjual barang didasarkan pada masalah pemasaran. Jadi pemasaran menjadi dasar motivasi per­usahaan dan akan mempengaruhi politik perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.


Tiga faktor penting yang dipakai sebagai dasar dalam konsep pemasaran.
1)  Orientasi Konsumen
Henry Ford (Raja mobil dari Arnerika Serikat) mengatakan bahwa warna utama untuk mobil-mobil sebaiknya hitam. Rupa rupa­nya ia lebih tertarik pada bidang produksi daripada penyesuaian terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen. la merasa bahwa mobil yang paling baik adalah mobil yang dapat diandalkan dan ti­dak mahal. Tetapi kenyataannya, mobil mobil yang dijualnya ada­lah mobil mobil model lama.
Lain halnya dengan perusahaan General Motor di many pars pengusahanya selalu berusaha mengetahui kebutuhan pokok dari konsumen. Mereka mulai membuat mobil-mobil dalam ber­bagai macam warna dan bentuk, dan akhirnya dapat menarik pasar yang dikuasai oleh Ford. Sekarang, 50% dari pasar untuk mobil baru telah dikuasainya. Ini adalah sebuah contoh tentang orientasi konsumen.
Pada pokoknya, perusahaan yang ingin mempraktekkan orien­tasi konsumen ini harus :
a)    Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi. Perusahaan yang memproduksi mobil pada dasar­nya menghasilkan alat transport, sedangkan alat transport itusendiri dapat dibuat dalam berbagai macam model dan ukuran.
b)   Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualannya.
c)    Menentukan produk dan program pemasarannya.
d)   Mengadakan penelitian pada konsumen, untuk mengukur, me­nilai, dan menafsirkan keinginan, sikap, serta tingkah laku me­reka.
e)   Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah. atau model yang menarik. 

2)  Koordinasi dan Integrasi Dalam Perusahaan
Untuk memberikan kepuasan konsumen secara optimal semua elemen elemen pemasaran yang ada harus dikoordinasikan dan diintegrasikan. Di samping itu, juga harus dihindari adanya perten­tangan di dalam perusahaan maupun antara perusahaan dengan pasarnya. Semua bagian yang ada dalam perusahaan harus menya­dari bahwa tindakan mereka sangat mempengaruhi kemampuanperusahaan dalam menciptakan dan mempertahankan langganan. Misalnya, Bagian Keuangan memberikan kredit yang layak, Bagian Produk membuat produk yang sesuai dengan selera konsumen, Bagian Penjualan mengirimkan barang tepat pada waktunya, dan sebagainya. 
Satu penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi ini adalah dengan menggunakan satu orang yang mempu­nyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran, yaitu menejer pemasaran. Prinsip pemasaran tentang orientasi konsumen serta kegiatan-kegiatan pemasaran yang terkoordinir, sekarang menjadi sebuah falsafah manejemen.
Falsafah baru tersebut dirnasukkan dalam sebuah strategi yang disebut manejemen pada sasaran (management by objectives). Pertama, tujuan perusahaan harus ditentukan lebih dahulu (yaitu rnencapai pemuasan konsumen pada suatu tingkat laba). Kemudian baru menentukan tujuan dari masing-masing bagian dalam perusa­haan. Tentu saja, tujuan dari satu bagian berbeda dengan tujuan da­ri bagian yang lain, meskipun semua tujuan tersebut harus selaras dengan tujuan umum perusahaan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa setiap orang dan setiap bagian dalam perusahaan turut berkecimpung dalam suatu usaha yang ter­koordinir untuk memberikan kepuasan konsumen, sehingga tujuan perusahaan dapat direalisir.
Dalam pemasaran, sebenarnya terdapat juga penyesuaian dan koordinasi antara produk, harga, saluran distribusi, dan promosi untuk menciptakan hubungan pertukaran yang kuat dengan lang­ganan. Jadi, harga harus sesuai dengan kualitas produk saluran distribusi harus sesuai dengan harga dan kualitas produk dan pro­mosi harus sesuai dengan saluran, harga, dan kualitas produk.Usaha-usaha tersebut perlu juga dikoordinasikan dengan waktu dan tempat.
3)  Mendapatkan Laba Melalui Pemuasan Konsumen
Tujuan menggunakan konsep pemasaran ini adalah untuk memperbaiki hubungan konsumen karena hubungan yang lebih baik sangat menguntungkan bagi perusahaan, dan dapat meningkatkanlaba. Salah satu tujuan dari semua perusahaan pada umumnya ada­lah mengoptimumkan laba. Ini disebut orientasi laba (profit orien­tation). Dengan laba ini, perusahaan dapat tumbuh dan berkem­bang, dapat menggunakan kemampuan yang lebih besar, dapat memberikan tingkat kepuasan yang lebih besar pada konsumen. serta dapat memperkuat kondisi perekonomian secara keseluruhan.
Ada beberapa perusahaan yang secara jelas tidak bertujuan mencari keuntungan, tetapi usaha-usaha yang dilakukannya selalu diarahkan untuk meningkatkan penjualan atau menguasai pasar yang lebih besar. Kalau mereka menghadapi suatu persoalan menyangkut biaya, tentulah akan meninjau pula laba yang bisa diper­olehnya. Jadi, tanpa laba perusahaan sulit untuk berkembang.
Sebenarnya, laba ini hanya merupakan tujuan umum dari perusahaan. Banyak pula perusahaan yang mempunyai beberapa tujuan lain, seperti memberikan ketentraman pada karyawan. membantu masyarakat, dan memberikan perlindungan serta ke­puasan kepada segmen pasar yang dituju. Perlu diingat bahwa se­mua tujuan sosial dari sebuah organisasi adalah tergantung pada ke­langsungan hidup dan pertumbuhan jangka panjang dari organisasi tersebut. Hal ini tidak mungkin dilaksanakan tanpa adanya laba.
Laba itu sendiri merupakan pencerminan dari usaha-usaha per­usahaan yang berhasil memberikan kepuasan kepada konsumen. Untuk memberikan kepuasan tersebut, perusahaan dapat menye­diakan/menjual barang dan jasa yang paling baik dengan harga yang layak.


2.  Tujuan Penggunaan Konsep Pemasaran
Sebuah perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan utama, yaitu mencapai tingkat keuntungan tertentu, per­tumbuhan perusahaan atau peningkatan share pasar. Di da­lam pandangan konsep pemasaran, tujuan perusahaan ini dicapai melalui kepuasan konsumen. Kepuasan konsurnen diperoleh setelah kebutuhan dan keinginan konsumen dipenuhi melalui kegiatan pemasaran yang terpadu.
Tujuan penggunaan konsep pemasaran adalah meng­ubah orientasi falsafah manajemen pemasaran lain yang ternyata telah terbukti tidak berhasil mengatasi berbagaipersoalan, karena adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar dewasa ini yang cenderung berkembang. Perubahan tersebut terjadi antara lain karena pertambahan penduduk, pertambahan daya beli, peningkatan dan meluasnya jumlah hubungan atau komunikasi, perkembangan teknologi, dan perubahan faktor lingkungan pasar lainnya.
Konsep pemasaran ini telah banyak menunjukkan manfaat dan telah banyak dianut oleh perusahaan di negara­ negara maju dan berkembang seperti Amerika Serikat, Je­pang, dan Jerman Barat. Umumnya perusahaan yang berha­sil adalah perusahaan yang melaksanakan konsep pemasaran yang berorientasi kepada konsumen, karena perusahaaninilah yang mampu menguasai pasar dalam jangka panjang.

3.  Implikasi Digunakannya Konsep Pemasaran
Dengan digunakannya Konsep Pemasaran sebagai lan­dasan falsafah manajemen, maka akan mempunyai implikasi bahwa perusahaan harus berorientasi pada konsumen.Berorinntasi pada konsumen tidak hanya sekedar bersikap ingin memuaskan menyenangkan konsumen, tetapi lebih dari itu berusana memecahkan masalah yang dihadapi oleh konsumen.
Dalam rangka berorientasi pada konsumen, pertama t­ama perusahaan harus dapat menentukan dengan tegas kebutuhan  generik atau mendefinisikan macam kebutuhankonsumen yang hendak dilayani dan dipenuhi oleh per­usahaan, yang khususnya ditinjau secara fungsional. Sebagai contoh, perusahaan pabrik atau assembling radio telahmerumuskan produk yang dihasilkannya tidak sekedar sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk penyebar informasi, tetapi menganggap dirinya berusaha untuk meme­nuhi kebutuhan hiburan massa. Dari perumusan atau definisi tentang kebutuhan konsumen apa yang hendak dilayani maka perusahaan dapat dengan tepat merumuskan atau menentukan bidang usaha yang tepat yang dijalankan perusahaan. Apabila perusahaan dapat dengan tepat me­rumuskan bidang usaha yang dijalankannya, maka dapat diharapkan pelaksanaan kegiatan pemasaran dapat lebih tepat pengarahannya dan lebih konsisten.
Setelah kebutuhan generik konsumen dirumuskan, perusahaan selanjutnya harus dapat menentukan sasaran pasar atau kelompok konsumen yang ingin dituju/dicapai. Jadi dalam hal produk radio dengan perumusan di atas tentang kebutuhan konsumen yang ingin dilayani atau dipe­nuhi perusahaan, maka sebenarnya pasar dari produk radio ini cukup luas, karena mencakup berbagai kelompok kon­sumen yang Iuas, yang dapat dibedakan dari tingkat pen­dapatan, tempat tinggalnya di kota atau desa, tingkat pendidikan atau bidang pekerjaan/prolesinya. Oleh karenanya perusahaan harus menetapkan sasaran pasar yang ingin dicapainya, apakah masyarakat konsumen yang berpen­dapatan menengah atau rendah (seperti halnya dengan perusahaan Telesonic) atau masyarakat berpendapatan menengah tinggi (seperti halnya perusahaan Sony dan Aiwa). Penentuan sasaran pasar dapat dilakukan dengan kategori pasar atau kelompok konsumen yang lain sepertitingkat umur (kelompok muda-mudi dan kelompok tua) atau territorial/geographis (masyarakat desa dan masyarakat kota). Dengan perumusan sasaran pasar atau kelompok konsumen yang dituju secara jelas dan lebih tegas, maka dapat diharapkan kegiatan pemasaran yang dilakukan (se­perti penggunaan media promosi dan penggunaan mataran­tai penyaluran) dapat lebih tepat arahnya.
Langkah yang harus dilakukan berikutnya dalam rangka perusahaan berorientasi pada konsumen sebagai implikasi digunakannya konsep pemasaran adalah mengadakan dife­rensiasi dari produk dan cara/media promosi agar dapat berhasil mencapai kelompok konsumen atau sasaran pasar yang dituju. Kegiatan ini dilakukan perusahaan dengan mengadakan penyesuaian produk yang akan diproduksikan dengan kebutuhan dan keinginan dari kelompok konsumen tersebut, serta memilih cara/media yang tepat bagi kelom­pok tersebut guna dipakai dalam mempromosikan produk itu. Karena kelompok konsumen/pembeli yang ingin dicapai telah ditentukan, yang mana kelompok itu mempunyai ciri-ciri dan kebiasaan serta kebutuhan tertentu, maka produk yang dihasilkan hendaknya juga dapat mencerminkan sifat yang terdapat dalam kelompok tersebut (ciri-ciri, kebiasaan, dan kebutuhannya). Dengan demikian, akan terdapat diferensiasi produk, di mana produk yang ditawar­kan atau dijajakan berbeda-beda,tergantung pada kelompokkonsumen yang dituju. Walaupun demikian, perbedaan tersebut sering hanya dalam persepsi pembeli.
Usaha untuk mengadakan diferensiasi produk dan cara promosi mempunyai keuntungan bagi perusahaan karena produk yang telah disesuaikan dengan sasaran kelompok konsumen ini, akan mempunyai daya tarik tersendiri. De­ngan daya tarik ini sering menimbulkan kekuatan monopoli tersendiri dari perusahaan sehingga akan susah disaingi oleh perusahaan saingan. Usaha diferensiasi produk ini sering ditemuipada perusahaan obat (farmasi) dan perusahaan yang menghasilkan farfum. Perusahaan tersebut berusahamencapai sasaran kelompok konsumen tertentu yang mampu membayar dengan harga yang tinggi dan mutu poroduk yang terbaik.
Semua langkah yang dilakukan perusahaan yang ber­orientasi konsumen di atas harus dilandasi dengan usaha antuk melakukan penelitian/riset konsumen. Tujuan riset konsumen ini adalah untuk mengukur, mengevaluasi, me­nafsirkan kehendak dan keinginan serta sikap dan tingkah­laku kelompok konsumen yang dituju dan yang akan dila­yani. Riset ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam usaha untuk menentukan produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang dituju secaratepat, sehingga perusahaan dapat berhasil dalam memasar­kan produk yang dihasilkannya. Di samping itu dari riset ini akan diketahui cara-cara pemasaran yang tepat sesuai dengan sikap dan perilaku kelompok konsumen atau seg­ment pasar.
Konsep pemasaran merupakan alat untuk mencapai tujuan atau sasaran perusahaan. Oleh karena itu, orientasi perusahaan dalam usaha untuk memuaskan konsumen di­lakukan dalam rangka pencapaian tujuan atau sasaran per­usahaan seperti tingkat laba/keuntungan, pertumbuhan dan peningkatan share pasar. Demi keberhasilan perusahaan, para pimpinan perusahaan (terutama di Indonesia) hendak­nya mulai mengubah orientasi atau pandangannya, yaitu dengan mulai menjalankan konsep pemasaran dalam per­usahaannya. Dengan menjalankan konsep pemasaran secara tepat dalam menjalankan kegiatan usaha perusahaan, maka hal ini akan banyak membantu memecahkan berbagai masalah yang dihadapi (perusahaan di Indonesia) dewasa ini.

SUMBER :

Assauri, Sofjan. 2002 cet. Ke 7. Manajemen Pemasaran dasar konsep dan strategi. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Gruenwald, G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru, PT Alex Media Komputindo, Jakarta
Keegan, Warren J. 1996, Manajemen Pemasaran Global: Alih Bahasa, Alexander Sindoro Jilid 1, Jakarta: Prenhallindo.
Kotler, P. 2007. Manajemen Pemasaran. Jilid 1, Edisi 12, PT. Indeks, Jakarta
Swastha, basu. 2002. Azas Azas Marketing.Yogyakarta : Liberty Yogyakarta


1 komentar:

  1. Tugas marketing adalah “Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the market.”(Marketing Management,1997) yang kurang lebih memiliki arti bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.

    BalasHapus